NARASAKU.COM – Gelombang kenaikan harga emas kembali mengguncang pasar logam mulia tanah air. Tiga produsen besar: Antam, UBS, dan Galeri24 kompak mencatat lonjakan harga pada perdagangan Selasa (14/10).
Fenomena ini kian memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai yang digandrungi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga emas Antam kini menembus Rp2.565.000 per gram, melonjak Rp151.000 dari posisi sebelumnya Rp2.414.000 per gram.
Baca Juga:Bursa Kripto Baru Segera Hadir di Indonesia, OJK Proses Izin dari Tokoh-Tokoh Besar Industri KriptoCara Ganti Rekening BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025 agar Bantuan Cepat Cair
Tak mau kalah, emas UBS juga naik menjadi Rp2.385.000 dari Rp2.340.000, sedangkan Galeri24 menanjak ke Rp2.335.000 per gram dari Rp2.301.000.
Kenaikan ini terjadi serentak di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga global yang masih tinggi.
Tiga Raksasa Emas yang Kompak Naik
Kenaikan harga tiga merek emas besar di Indonesia ini menunjukkan tren bullish yang solid di pasar logam mulia domestik.
Antam, yang paling populer di kalangan investor, tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram.
UBS, produk emas batangan dari PT Untung Bersama Sejahtera, menawarkan ukuran 0,5–500 gram.
Galeri24, yang merupakan anak usaha Pegadaian, juga menjual emas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Ketersediaan berbagai gramasi ini membuat investor bisa menyesuaikan pembelian sesuai kebutuhan — dari simpanan jangka panjang hingga tabungan mikro berbasis emas.
Daftar Harga Emas Terbaru Selasa 14 Oktober 2025
Harga Emas Antam
0,5 gram: Rp1.338.000
1 gram: Rp2.565.000
5 gram: Rp12.573.000
10 gram: Rp25.086.000
100 gram: Rp250.044.000
1.000 gram (1 kg): Rp2.498.760.000
Harga Emas UBS
0,5 gram: Rp1.290.000
1 gram: Rp2.385.000
5 gram: Rp11.694.000
10 gram: Rp23.265.000
500 gram: Rp1.156.375.000
Harga Emas Galeri24
0,5 gram: Rp1.225.000
1 gram: Rp2.335.000
5 gram: Rp11.415.000
10 gram: Rp22.769.000
1.000 gram (1 kg): Rp2.266.055.000
Baca Juga:Cara Cek Bansos BPNT dan PKH Juli 2025: Jadwal Pencairan dan Nominal BantuanCara Mudah Dapatkan Pinjaman Usaha Hingga Rp500 Juta di KUR BCA 2025, Bunga Kecil!
Menurut analis pasar, kenaikan harga emas tak lepas dari kekhawatiran global atas ketegangan geopolitik dan inflasi yang belum reda. Investor kembali melirik emas sebagai safe haven, atau aset pelindung nilai yang relatif aman dari gejolak pasar.
Selain faktor eksternal, permintaan dalam negeri juga ikut meningkat, terutama menjelang akhir tahun, ketika masyarakat mulai menyiapkan portofolio investasi jangka panjang.
“Setiap kali rupiah melemah dan ekonomi global bergejolak, emas jadi pilihan paling rasional,” ujar seorang analis keuangan.
