Harga Bitcoin Anjlok 30%: Kekayaan Satoshi Nakamoto Turun Rp 713 Triliun, Pasar Kripto Panik

Bitcoin turun
Grafik harga Bitcoin turun tajam November 2025
0 Komentar

NARASAKU.COM – Pasar aset kripto kembali terguncang dalam beberapa pekan terakhir.

Harga Bitcoin anjlok lebih dari 30% dari puncak tertingginya sejak Oktober lalu, memicu kekhawatiran di antara investor global.

Penurunan drastis ini juga memangkas nilai kekayaan Satoshi Nakamoto, sosok misterius yang diyakini sebagai pencipta Bitcoin.

Baca Juga:IHSG Hari Ini Rebound di Zona Hijau, Sektor Energi dan Saham Konglomerat Jadi PenopangLo Kheng Hong Makin Tajir! Tambah 1,35 Juta Saham Gajah Tunggal (GJTL)

Bitcoin yang sempat menyentuh rekor tertinggi di sekitar US$ 126.296 (sekitar Rp 2,1 miliar) kini terperosok ke kisaran US$ 87.390 atau sekitar Rp 1,45 miliar per keping.

Koreksi tajam tersebut membuat nilai portofolio Satoshi menyusut sekitar US$ 42,79 miliar (setara Rp 713 triliun) hanya dalam hitungan minggu.

Satoshi diperkirakan menguasai 1,1 juta BTC, berdasarkan pola identifikasi lebih dari 22.000 alamat awal blockchain Bitcoin yang diyakini dikendalikan satu entitas.

Dengan kondisi ini, secara teoritis ia melorot dari posisi ke-11 menjadi sekitar posisi ke-20 dalam daftar orang terkaya dunia, tepat di bawah Bill Gates.

Namun daftar resmi seperti Forbes tidak mencantumkan Satoshi karena identitasnya belum pernah diverifikasi, dan aset tersebut tidak berpindah tangan selama lebih dari 15 tahun.

Menariknya, meski Satoshi adalah figur paling misterius di industri kripto, pergerakan dompetnya justru paling transparan karena sepenuhnya dapat dipantau melalui blockchain.

Hingga kini masih menjadi tanda tanya: apakah Satoshi sengaja tidak menyentuh aset itu, kehilangan akses, atau mungkin sudah tiada.

Baca Juga:Harga Emas Hari Ini 6 November 2025: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Naik Rp27.000 per GramPrediksi Harga Bitcoin November 2025: Risiko Masih Tinggi, tapi Peluang Rebound Terbuka

Mengapa Harga Bitcoin Terjun Bebas ke Level US$ 87.000?

Para analis memaparkan sejumlah faktor penyebab penurunan agresif ini:

1. Aksi jual besar-besaran oleh “whale”

Menurut James Butterfill, Head of Research di CoinShares, penurunan ini dipicu aksi jual serempak pemilik besar Bitcoin. Siklus penjualan besar seperti ini umumnya terjadi setiap empat tahun sekali, dan selalu berdampak signifikan pada pasar.

2. Likuidasi posisi leverage

Analis Bloomberg Brendan Fagan menjelaskan bahwa banyak posisi leverage yang dilikuidasi karena harga bergerak berlawanan arah. Ketika batas risiko tercapai, bursa melakukan likuidasi paksa, yang mempercepat penurunan harga Bitcoin dan membuat pasar sangat sensitif bahkan terhadap transaksi kecil.

3. Sentimen negatif dari kebijakan suku bunga The Fed

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS memicu ketakutan pelaku pasar dan memicu gelombang aksi jual lanjutan.

0 Komentar